| Notes |
Buku sadarhana, yang dicetak pertama kali pada tahun 1986
akhimya selesal d1rev151. Waktu dua dekade telah banyak mengubah baik’
masyarakat dan gereja di Indonesia maupun dunia penafsiran Alkitab,
Perubahan ini menuntut pekerjaan revisi buku ini segera dilakukan. Namun,
sayang, karena keterbatasan waktu, pekerj aan ini tertunda hingga sekarang.
Atas keterlambatan ini, izinkanlah penulis menyampaikan pennohonan maaf
setulus-tulusnya.
Hampir semua saudara seiman setuju, ilmu menafsir Alkitab sangat
penting. Ilmu ini membantu seorang pengkhotbah menulis naskah khotbah,
guru Sekolah Minggu menyiapkan pelajaran, teolog menyusun teologi, atau
orang Kristen biasa memahami Alkitab yang dibacanya setiap hari. Demi
mendukung usaha menafsir Alkitab, buku Perjanjian Baru Interlinear
Yunani-Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK), J ilid I
dan II, disusun dan diterbitkan. Buku ini hanya salah satu dari sekian buku
yang dibutuhkan dalam penafsiran Alkitab. Alangkah baiknya, jika pada
hari-hari yang akan datang, ada kerja sama di antara lembaga atau peneliti
untuk menulis, mencetak, serta mendistribusikan secara teratur buku-buku
yang berguna untuk studi biblikal.
Penyelidikan Alkitab akan memberikan dampak yang lebih luaS,
lama dan nyata, jika hasilnya disampaikan melalui khotbah. Atau, dilihat
dari sudut lain, sesungguhnya tidak ada khotbah dapat disampaikan kalau
pengkhotbah belum melakukan penafsiran. Penafsiran menj adl dasar
khotbah; khotbah menjadi wujud pemahaman Alkitab. Melalui p.e1ayanan
berkhotbah, benih firman Tuhan ditaburkan. Diharapkan benih im berakar,
bextumbuh dan berbuah dalam kehidupan mereka yang belum percaya atau
l ’“ |